|
Shop your Favorite Categories
|
|
|
|
|
Please select countries |
|
|
| Select Countries
 |
|
|
|
All Countries
|
|
|
| |
|
|
BERITA TERBARU KAMI
|
|
|
|
Art
> Direct from the Artist
> Mixed Media & Collage
(Berita Terbaru)
Kisah Memikat Tentang Junkies
17 Feb 2009
Bertepatan dengan momentum hari kasih sayang (Valentines Day] tahun ini, SinemArt Pictures meluncurkan film bergenre drama romantis bertajuk Kalau Cinta Jangan Cengeng. Film ini bukan sekadar menawarkan dramatisasi percintaan dua anak muda tapi juga dengan pesan kuat tentang bahaya narkoba. Valentines Day tak selalu identik dengan ritual candle light dinner, kan?
Film yang dirilis di bioskop mulai Kamis (12/2) itu menampilkan akting aktor kocak Ringgo Agus Rahman dan bintang sinetron muda yang sedang naik daun, Marshanda atau akrab disapa Chacha. Namun, jangan membayangkan kalau dalam film ini kedua artis muda itu bakai menampilkan karakter seperti peran-peran di sinetron atau film sebelumnya. Ringgo yang biasanya tampil sebagai pria kocak, dalam film ini total menjadi lelaki serius, Sementara, Chacha yang biasanya dikenal sebagai peran gadis baik-baik, dalam Kalau Cinta Jangan Cengeng malah berperan sebagai seorang gadis junkies alias pengguna narkoba.
Untunglah, tantangan sutradara dan produser dijawab tunai oieh keduanya. Ringgo dan Chacha terhitung sukses memerankan sepasang kekasih, yaitu Boy dan Yani. Dengan kata lain, Ringgo mampu mengeksplorasi kemampuan aktingnya dan tak terjebak sebagai pria konyol, sementara Chacha mampu menghidupkan sosok gadis junkies, suatu kenyataan yang berbanding terbalik dengan kesehariaannya.
Sebagai Boy yang telah merusak hidup seseorang, bahkan membunuh, Ringgo mampu menampilkan pergolakan batin yang tercermin pada dialog, ekspresi wajah, dan gesture tubuh sesuai dengan tuntutan skenario cerita. Bahkan, untuk menangisnya pun, Ringgo terlihat sangat natural. Tidak iebih dan tidak kurang. "Begituiah. Banyak adegan nangisnya yang bikin saya jadi nangis beneran. Saya merasa memang sudah seharusnya menangis. Bayangkan, saya yang sudah merusak hidup seseorang bahkan telah membunuh, masak enggak menangis? Makanya, saya menangis," katanya dengan gaya lugas.
Demikian halnya dengan Marshanda. Kesan gadis baik-baik yang selama ini identik dengan dirinya seakan sirna ketika melakoni peran Yani sebagai pecandu narkoba, Chacha begitu lihai saat mengenakan jarum suntik. Bahkan, pengemar Chacha tak akan menyangka, idolanya mampu berakting dengan dialog yang menyembur kata-kata kasar dan kotor, salah satu ciri khas junkies tatkala nagih. Chacha pun jauh dari penampilan cantik dan polesan pupur.
Sebagai Yani yang addict terhadap narkoba, Chacha bergaya rambut acak-acakan. Gaya berjalannya yang tomboi serta gaya pakaian Chacha yang super cuek seakan menjadi bukti totalitas pemain sinetron ini. "Aku enggak khawatir kalau peran ini akan mengubah image-ku sebagai anak baik-baik. Toh, ini hanya akting. Kalau benar-benar seperti junkies, berarti akting aku berhasil, dong?" tuturnya dengan nada santai.
Sementara itu, Ringgo mengakui kalau sempat terbebani dalam menyelami karakternya di film ini. "Jujur aja, saya takut kepekaan untuk setiap scene yang saya perankan enggak dapet aja. Enggak ke Iuar seperti yang diinginkan," tambah aktor yang melejit lewat film komedi jomblo tersebut.
Sang sutradara, Monty Tiwa yang lebih dikenal sebagai pembesut film komedi, mengaku bisa bernapas lega lantaran Ringgo dan Chacha dianggap mampu melakoni peran-peran tersebut dengan baik dan maksimal. "Mereka punya usaha keras dalam melakoni peran-peran barunya itu. Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa kemampuan akting mereka patut diacungi jempol," ujar Monty.
Selain Ringgo dan Chacha, sejumlah bintang lain turut mendukung film ini antara Iain Sigi Wimala sebagai Luna, yang sebelumnya juga telah dikenal dalam perannya di film Tentang Dia (2005). Dalam debutnya itu, Sigi berhasil meraih penghargaan Aktris Pendatang Baru Terbaik di IMA 2007. ia kembali ke layar lebar setelah sempat menghilang dari dunia hiburan demi menyelesaikan kuliahnya.
Film ini juga didukung dengan penampilan Dwi Sasono, yang namanya mulai dikenal luas setelah memerankan film Mendadak Dangdut, disusul Pocong, Pocong 2, dan Mengejar Mat Mas. Juga Vincent "Club 80s" yang mulai merambah ke layar lebar.
Kalau Cinta Jangan Cengeng, bukan sekadar film drama percintaan. Film ini patut ditonton remaja dan anak muda Indonesia tentang bahaya narkoba. Penyampaiannya tak menggurui dan alur ceritanya mengalir cukup memikat. Dan, tentu saja akting Ciamik para pemainnya.
(CEK & RICEK, Edisi 546, 11-17 Februari 2009)
|
|
Ships to:
|
|
|
View seller's other items :
Store |
List |
Report item |
Ask seller a question
|
|
|
|
Address : kedoya, kebon jeruk,jakarta-barat, Indonesia, | Telephone : 0215655676 Email : Name : angga rega nista
|
|
|
|
|
|